Langsung ke konten utama

Postingan

Apa itu Pembelajaran Berdiferensiasi ?

Oleh: Sugianto Pengembang Teknologi Pembelajaran Ahli Muda Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi Sumatera Selatan   Pendahuluan Disadari ataupun tidak, pada saat ini ada banyak sekali orang tua ataupun guru yang merasa tergoda untuk membanding-bandingkan prestasi belajar anaknya dengan anak yang lain tanpa pernah memahami bagaimana sesungguhnya prestasi belajar anak itu mesti dilihat secara utuh dalam konteks perkembangan sosial, emosional, fisik, psikologis, dan lain-lain. Sebagai orang tua dan guru, kita pasti pernah mengalami suatu kondisi dimana suasana atau kondisi belajar kita berbeda dengan siswa lain, baik dari cara belajarnya, kemampuan belajarnya, maupun minat belajar kita. Oleh karena itu, sebagai orang tua dan guru kita sudah seharusnya menyadari bahwa setiap anak itu memiliki gaya belajarnya masing-masing. Dengan kesadaran itu, tentu kita sebagai orang tua dan guru, akan jauh lebih mudah untuk mendorong pencapaian prestasi belajar anak secara lebih maksimal. ...

Serat Wulangrèh: KINANTHI

Serat Wulangreh  adalah karya sastra berupa tembang macapat karya Sri Susuhunan Pakubuwana IV, Raja Surakarta, yang lahir pada 2 September 1768. Dia bertahta sejak 29 November 1788 hingga akhir hayatnya pada 1 Oktober 1820. Naskah Wulang Reh saat ini disimpan di Museum Radya Pustaka di Surakarta Kata  Wulang  bersinonim dengan kata  pitutur  memiliki arti  ajaran . Kata  Reh  berasal dari bahasa Jawa Kuno yang artinya jalan, aturan dan  laku   cara mencapai atau tuntutan .  Wulang Reh  dapat dimaknai ajaran untuk mencapai sesuatu. Sesuatu yang dimaksud dalam karya ini adalah laku menuju hidup harmoni atau sempurna. Untuk lebih jelasnya, berikut dikutipkan tembang yang memuat pengertian kata tersebut: Ngelmu iku kalakone kanthi laku, lekase lawan kas, tegese kas nyantosani, setya budya pangekese durangkara artinya ilmu itu bisa dipahami/ di...

Serat Wulangrèh: DHANDHANGGULA

Serat Wulangreh  adalah karya sastra berupa tembang macapat karya Sri Susuhunan Pakubuwana IV, Raja Surakarta, yang lahir pada 2 September 1768. Dia bertahta sejak 29 November 1788 hingga akhir hayatnya pada 1 Oktober 1820. Naskah Wulang Reh saat ini disimpan di Museum Radya Pustaka di Surakarta Kata  Wulang  bersinonim dengan kata  pitutur  memiliki arti  ajaran . Kata  Reh  berasal dari bahasa Jawa Kuno yang artinya jalan, aturan dan  laku   cara mencapai atau tuntutan .  Wulang Reh  dapat dimaknai ajaran untuk mencapai sesuatu. Sesuatu yang dimaksud dalam karya ini adalah laku menuju hidup harmoni atau sempurna. Untuk lebih jelasnya, berikut dikutipkan tembang yang memuat pengertian kata tersebut: Ngelmu iku kalakone kanthi laku, lekase lawan kas, tegese kas nyantosani, setya budya pangekese durangkara artinya ilmu itu bisa dipahami/ di...

Serat Wulangreh: Gambuh

Serat Wulangreh  adalah karya sastra berupa tembang macapat karya Sri Susuhunan Pakubuwana IV, Raja Surakarta, yang lahir pada 2 September 1768. Dia bertahta sejak 29 November 1788 hingga akhir hayatnya pada 1 Oktober 1820. Naskah Wulang Reh saat ini disimpan di Museum Radya Pustaka di Surakarta Kata  Wulang  bersinonim dengan kata  pitutur  memiliki arti  ajaran . Kata  Reh  berasal dari bahasa Jawa Kuno yang artinya jalan, aturan dan  laku   cara mencapai atau tuntutan .  Wulang Reh  dapat dimaknai ajaran untuk mencapai sesuatu. Sesuatu yang dimaksud dalam karya ini adalah laku menuju hidup harmoni atau sempurna. Untuk lebih jelasnya, berikut dikutipkan tembang yang memuat pengertian kata tersebut: Ngelmu iku kalakone kanthi laku, lekase lawan kas, tegese kas nyantosani, setya budya pangekese durangkara artinya ilmu itu bisa dipahami/ di...

PANALITEN FILOLOGI MAWI OBJEK NASKAH TUNGGAL

Makalah Panaliten Filologi Mawi Objek Naskah Tunggal, BAB I PURWAKA A.     Cengkahing Panyeratan Filologi inggih menika salah-satunggaling disiplin ilmu ingkang saking jaman menika dipun-mangertosi minangka ngelmi ingkang gadhah sesambetan kaliyan hasiling karya jaman rumiyin ingkang wujudipun seratan. Studi ngengingi karya tulis wonten jaman rumiyin ingkang kaleksanan amargi wonten pamanggih bilih wonten peninggalan seratan salah-satunggaling nilai-nilai ingkang taksih relevan kaliyan pagesangan wonten jaman sakmenika. Wonten ing filologi, kangge saged njangkepi salah-satunggaling ancas utaminipun inggih menika memurnikan teks , saengga dipunbetahaken satunggal metode ingkang dipun-sebat inggih menika metote kritik teks. Dalam metode kritik teks, ugi terbagi beberapa macam metode, seperti : Metode Intitif, metode Objektif, metode gabungan, metode landasan saha metode edisi naskah tunggal. Ngengingi objek Filologi menika objek naskah, saengga ingkang dados und...